
Memecah Sumatera oleh Oppung
Puisi oleh Sahala Sihaloho Kemarin aku berjalan bersama mamakdi tolping penyambung Tomok-Pangururanmenuju tugu Oppung. Kulihat di sanaterpampang luas ciptaan Mulajadi : Tao Toba! Luas! Gagah! “Kenapa danau ini begitu luas membentang memecah Sumaterahingga tampak indah… Memecah Sumatera oleh Oppung

[Buku Terbit] Monolog Umur: Sebab Keberadaan tak Butuh Tepuk Tangan
Telah terbit! Buku berjudul Monolog Umur: Sebab Keberadaan tak Butuh Tepuk Tangan karya Daniel NP Tampubolon. Sebuah buku yang mencoba mengurai kecemasan dan berbagai ilusi di baliknya. Ilusi yang turut memengaruhi cara berpikir banyak orang… [Buku Terbit] Monolog Umur: Sebab Keberadaan tak Butuh Tepuk Tangan

Menyusur Hari dan Pita Mobius dalam Sastra
Oleh: Christiaan Ris Pasha si anak kolong. Sebut saja demikian, meskipun ayahnya bukanlah tentara berpangkat rendah yang hidup melarat di tangsi. Toh, dikotomi penyebutan anak kolong lebih terasa di masa kolonial. Setelahnya, secara perlahan sebutan… Menyusur Hari dan Pita Mobius dalam Sastra

Memulai Lagi dari Awal
Sambutan untuk diri sendiri. Langsung saja. Website ini sudah mati sejak Mei 2025. Bukan mati dalam arti sepi unggahan, tapi memang tidak bisa diakses lagi karena langganan hosting berakhir. Hal ini bersamaan dengan redupnya publikasi… Memulai Lagi dari Awal
