Mistisisme Dimensial
Puisi oleh Syamil
oh tuhan yang ada sebelum awal
dan pertanyaan di sepanjang jalan
aku bersaksi bahwa akhir
adalah sebuah anugerah
ketimbang kelahiran
aku senang sekali
reruntuhan yang tak pernah runtuh
yang menjepit harapan dan cita-cita
akan sirna
aku senang sekali
reruntuhan yang tak pernah runtuh
yang menjepit harapan dan cita-cita
akan sirna
sesak di dada ini
sungguh akan sirna
aku bersyukur bahwa
cinta pun ikut terbawa
ke alam baru maupun ke neraka
betapa nikmatnya aliran darah
luka-luka yang bertambah
deras tak menenggelamkan jiwa
membasuh, memberi rasa segar
pada ujung lidah yang kesulitan berkata
aku bahagia hingga gemetar
oh tuhannya para patah dan gagah
hancurlah hancurkan
di mana jiwa-jiwa yang redam
akhirnya berteriak memutus dendam
kutanam dalam-dalam
oh ya tuhan
sungguh
hingga gemetar hebat aku
mabuk menenggak pikiran dan perasaan
yang gagal keluar lewat mulutku yang diam


Syamil tinggal di Kota Medan.
Menulis puisi di sela-sela kesibukan bekerja sebagai tukang sangrai biji kopi.
