Skip to content

Mistisisme Dimensial

Puisi oleh Syamil

oh tuhan yang ada sebelum awal
dan pertanyaan di sepanjang jalan

aku bersaksi bahwa akhir
adalah sebuah anugerah
ketimbang kelahiran

aku senang sekali
reruntuhan yang tak pernah runtuh
yang menjepit harapan dan cita-cita
akan sirna

aku senang sekali
reruntuhan yang tak pernah runtuh
yang menjepit harapan dan cita-cita
akan sirna
sesak di dada ini
sungguh akan sirna

aku bersyukur bahwa
cinta pun ikut terbawa
ke alam baru maupun ke neraka

betapa nikmatnya aliran darah
luka-luka yang bertambah
deras tak menenggelamkan jiwa
membasuh, memberi rasa segar
pada ujung lidah yang kesulitan berkata

aku bahagia hingga gemetar

oh tuhannya para patah dan gagah
hancurlah hancurkan
di mana jiwa-jiwa yang redam
akhirnya berteriak memutus dendam

kutanam dalam-dalam

oh ya tuhan
sungguh
hingga gemetar hebat aku
mabuk menenggak pikiran dan perasaan
yang gagal keluar lewat mulutku yang diam

White and black abstract painting by Steve A Johnson.

Syamil tinggal di Kota Medan.
Menulis puisi di sela-sela kesibukan bekerja sebagai tukang sangrai biji kopi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Elementor #118